Senin, 18 Agustus 2014

Gejala-gejala kerusakan dinamo starter


Ketika mobil anda mogok, distarter cuma suaranya ngeden doank, coba ikuti langkah-langkah berikut ini gan . Gejala-gejala mobil sulit distarter sebagai berikut :

  1. Lampu indikator baterry (accu) dan oli pada dashboar  mati. 75% kemungkinan sekering (Fuse) soket putih dekat accu kotor/kendor atau malah sudah putus. kemungkinan lain adalah pull accu kotor atau kendor, atau mungkin strum accunya kurang. 
  2. Lampu indikator accu dan oli pada dashboard nyala merah redup ketika distarter, 90 % accu rusak atau kurang strum
  3. Terdengar suara "gemretek" berulang, 75 % accu anda rusak atau kurang strum. 20 % kepala accu kotor atau kabel ground anda sudah korosi
  4. Terdengar suara mesin berputar tetapi lemah seperti "ngek... ngek.... ngek...." 75% bushing starter aus sehingga angker starter sudah tidak dapat berputar pada sumbunya, maka putarannya menjadi sanagt berat. 10% ada kemungkinan mesin anda terlalu berat untuk diputar, misalnya terjadi kerusakan pada crankshaft , sistem timing, dll
  5. Terdengar suara "cek..." satu kali saja setiap kali memutar kunci kontak, 50% switch starter atau yang disebut magnetic switch sudah tidak berfungsi dengan baik. 40% kunci kontak anda kotor atau sudah aus, untuk mobil yang menggunakan relay pada starter, 40% itu ada pada relay starter
  6. Starter kadang dimulai dengan suara berat lalu enteng dan mesin hidup. Biasanya hal ini terjadi karena kesalahan penyetelan Fur dan Na pada delco
  7. Pagi hari tidak dapat distarter, pada siang hari starter lancar. 80% accu sudah soak, tidak dapat menyimpan setrum untuk waktu yang lama
  8. Saat pagi mudah distarter, jika sudah dipakai agak lama (panas) sulit distarter. 80% switch starter/magnetic switch anda rusak
  9. Saat distarter tidak ada reaksi sama sekali, tidak ada bunyi. 50% gulungan tembaga (Spool) hangus atau terbakar/ konslet. 45% relay starter atau kunci kontak bermasalah. Kadang hanya socket ke switch starter yang lepas
  10. Saat distarter terdengar suara dinamo starter berputar mendesing kencang "Sssing....." 80% bendix starter (pinion gear) anda aus
  11. Kadang bisa distarter kadang tidak, baik dalam keadaan panas maupun dingin, pagi atau malam. 75% Carbon Brush dinamo starter sudah pendek atau habis

PEMERIKSAAN SISTEM STARTER KENDARAAN RINGAN



Oleh : Amirono.
Widyaiswara Madya

PPPPTK/VEDC BOE

RINGKASAN

Mesin pada kendaraan ringan tidak dapat berputar dengan sendirinya, dibutuhkan tenaga dari luar untuk mengengkol dan membantunya untuk hidup.
Diantara berbagai peralatan yang ada, sekarang auto mobil menggunakan motor listrik yang dikombinasikan dengan magnetic switch untuk mendorong pinion gear yang berputar ke dalam atau keluar dari/hubungan dengan ring gear yang ada pada roda penerus (flywheel) mesin.
Motor starter harus dapat membangkitkan momen puntir yang besar dari sumber tenaga baterai yang terbatas. Pada waktu yang bersamaan harus ringan dan kompak. Oleh karena itu maka dipergunakanlah motor seri DC (direct current)..Sebagai sumber tenaga baterai harus sesuai dengan daya yang diperlukan oleh motor starter, dan hambatan yang terjadi pada mesin itu sendiri


KATA KUNCI:

Fly wheel, ring gear, momen puntir.
Karena mesin tidak dapat berputar dengan sendirinya, dibutuhkan tenaga dari luar untuk mengengkol dan membantunya untuk hidup.
Diantara berbagai peralatan yang ada, sekarang auto mobil menggunakan motor listrik yang dikombinasikan dengan magnetic switch untuk mendorong pinion gear yang berputar ke dalam ataukeluar dari/hubungan dengan ring gear yang ada pada roda penerus (flywheel) mesin.
Motor starter harus dapat membangkitkan momen punter yang besar dari sumber tenaga baterai yang terbatas. Pada waktu yang bersamaan harus ringan dan kompak. Oleh karena itu maka dipergunakanlah motor seri DC (direct current).


Mesin tidak akan dapat start sebelum melakukan siklus operasionalnya berulang-ulang yaitu langkah hisap, kompresi, pembakaran dan buang. Langkah pertama untuk menghidupkan mesin, kemudian memutarkannya dan menyebabkan siklus pembakaran pendahuluan. Motor starter minimal harus dapat memutarkan mesin pada kecepatan minimum yang diperlukan untuk memperoleh pembakaran awal

Kecepatan putar minimum yang diperlukan untuk menghidupkan mesin berbeda tergantung pada banyak faktor, contohnya :
Konstruksi Mesin : jumlah silinder, langkah torak, sistem bahan bakar, bentuk ruang bakar , dan kerakteristik karburator.
Kondisi Kerja Mesin : Temperatur, kelembaban udara, tekanan atmosfeer, pencampuran udara/bahan bakar dan karakteristik pengapian . Tetapi pada umumnya kecepatan putar berada pada daerah 40 sampai 60 rpm untuk motor bensin dan 80 sampai 100 rpm untuk motor diesel.

Alasannya mengapa mesin tidak akan hidup sampai kecepatan putarannya mencapai tingkat tertentu meliputi :

· Bahan bakar tidak teratomisasi sepenuhnya pada putaran rendah. Pada motor bensin, kecepatan udara masuk berpengaruh terhadap kerja karburator. Pada motor diasel, kecepatan putaran pompa injeksi yang rendah tidak memungkinkan terjadinya atomisasi bahan bakar secara sempurna.

· Temperatur yang terlalu rendah. Pada motor bensin, temperatur silinder yang rendah menghambat pengabutan bahan bakar. Pada motor diesel, hingga temperatur udara yang dikompresikan di dalam silinder tercapai, bahan bakar masih dapat saj gagal terbakar.

Karena karakteristik motor starter semakin rendah putarannya, ia akan mengambil arus lebih lebih besar dari baterai, dan baterai mungkin tidak mampu untuk memberikan tenaga yang cukup ke sistem pengapian (pada motor bensin)selama pemutaran awal, karena tegangan di terminal baterai banyak turun. Bila ini terjadi, maka kemampuan pembakaran akan menurun, karena tegangan yang masuk ke kumparan primer dari ignition ciol tidak cukup, menyebabkan tegangan sekunder yang dikirimkan ke busi tidak



PEMERIKSAAN SISTEM STARTER DIDLAM KENDARAAN DAN DILUAR KENDARAAN
PEMERIKSAAN DIDALAM KENDARAAN

Jika mesin gagal/tidak dapat berputar atau berputar terlalu lambat pada waktu start, dan yakin bahwa ada masalah namum masalah tersebut bakan masalah mesin , tetapi masalah pada system starter, maka pemeriksaan system starter perlu dilakukan didalam mesin , sebelum motor starter dilepas dari mesin kendaraan . Ikuti tahap-tahap pemeriksaan seperti yang diberikan pada bagian berikut ini.





Gambar rangkaian sistem starter



Meskipun rangkaian system starter yang dipergunakan pada mobil berbeda-beda antara satu model dengan model yang lainnya, namun secara umum ada dua macam yaitu : menggunakan relay starter dan yang tidak menggunakan relay starter. Seperti yang ditunjukkan pada diagram dibawah ini , Terminal 30 selalu dihubungkan dengan Baterai dan terminal 50 dihubungkan dengan terminal ST pada kunci kontak.

Rangkaian starter pada kendaraan yang menggunkan transmisi otomatis, memiliki saklar posisi netral/netral switch , yang berfungsi untuk menghindarkan terhadap aktifasi start kecuali pada saat posisi gigi transmisi Netral (N) atau Parkir (P).



1. MEMERIKSA BATERAI

Perikasa apakah baterai dalam keadaan baik , dengan mengukur tegangan ( V1 seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini).

Dalam kondisi system starter baik, jika kunci kontan diputar ke posisi start (ST), baterai akan mengalirkan arus dalam jumlah besar ke motor starter . Adanya tahanan dalam baterai menyebabkan adanya penurunan tegangan . Jika tegangan yang terukur menunjukkan 9,6 Volt atau lebih pada saat itu, maka berarti baterai dalam keadaan normal. Periksalah adanya kerak-kerak karbon atau adanya sulfatisasi pada terminal-terminal baterai.

Penting !

Jika tegangan baterai dalam kondisi baik/normal, adanya batu sulfat dan korosi pada terminal-terminal baterai dapat mengakibatkan kinerja starter lemah, terjadi rugi tegangan sehingga tegangan sesungguhnya yang digunakan motor starter lebih rendah dari tegangan baterai, ketika di start/posisi kunci kontat Start





Gambar rangkaian sistem starter dengan Relay




2. PERIKSA KABEL BATERAI

Periksa tegangan pada terminal 30 motor starter pada saat starat (V2 lihat gambar)
Dalam keadaan kabel start tidak terhubung atau hubungan yang kurang baik, baterai akan selalu memberikan tegangan pada terminal, 30. Ketika arus besar mengalir melalui motor starter , maka tegangan yang yang digunakan motor starter sedikit lebih rendah dari tegangan yang terukur pada terminal baterai, hal ini disebabkan karena ada tahanan pada kabel baterai. Jika tegangan yang terukur pada terminal 30 8 Volt atau lebih pada saat ini,maka kabel starter dalam keadaan baik.. Sebaliknya jika tegangannya yang terukur kurang dari nilai tersebut, periksalah kerusakan kabel, perbaiki, atau ganti kabel tersebut.


3. PERIKSA RANGKAIAN KINCI KONTAK

Periksa tegangan pada terminal 50 motor starter (V3 pada gambar) pada saat kunci kontak pada posisi strart (ST), tegangan harus menunjukkan ( 8 Volt atau lebih ).

Penting !
pastikan gigi transmisi harus pada posisi netral (N) atau parkir (P) pada kendaraan yang menggunakan transmisi otomatis
Jika tegangan pada terminal 50 tidak sesuai dengan spesifikasi pada saat kunci kontak pada posisi start , periksalah wiring diagram system starter dan periksa bagian-bagian yang ada kaitannya dengan komponen-komponen seperti : Sekring utama, kunci kontak, saklar netral , relay starter dan sebagainya. Ganti jika terdapat kerusakan.

Penting
Mengacu pada buku manual kendaraan untuk pertolongan dalam membedakan terminal 30 dan terminal 50 ( terminal 50 selalu menggunakan kabel dengan ukuran penampang lebih kecil , kabel dengan penampang besar digunakan untuk terminal 50 dan terminal C).


PEMERIKSAAN DILUAR KENDARAAN

Jika pemeriksaan didalam kendaraan telah menunjukkan bahwa motor starter rusak, motor starter harus dilepas dari kendaraan untuk dioverhauled. Sebelum memulai membongkar motor starter, maka pertama kali secara garis besar periksa dahulu bagian –bagian utama yang terkait dengan system starter agar pekerjaan overhaul nantinya menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Prosedur pemeriksaan motor starter tipe biasa dan tipe motor starter dengan gigi reduksi pada dasarnya sama, sehingga pada buku ini hanya akan dibahas tipe motor starter jenis biasa.

Penting
Lepas dahulu kabel negative baterai (-) sebelum melepas motor starter dari kendaraan , untuk mencegah terjadi hubungan singkat pada saat kunci/alat menghubung antara positif dan negative, atau terminal positif terhubung dengan bodi kendaraan .
Lakukan masing-masing pengetesan ini tidak lebih dari 3- 5 menit, agar kumparan motor starter tidak rusak/terbakar
Lihat petunjuk pada buku manual untuk melakukan pemeriksaan ini.



1. MEMERIKSA KUMPARAN PENARIK

Periksa bahwa pinion bergerak keluar , pada saat batarai dihubungkan pada motor starter seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini. Energi yang ditimbulkan pada pemeriksaan kumparan penarik dan kumparan penahan dan aktifasi switch magnetis tidak memutar motor starter.

Bila gear pinion tidak bergerak keluar, periksa kerusakan pada kumparan penarik, atau hambatan terlalu besar pada gerakan sliding plunyer atau penyebab kerusakan lainnya.







Gambar cara pemeriksaan kumparan penarik



2. MEMERIKSA KUMPARAN PENAHAN

Setelah selesai memeriksa fungsi kumparan penarik . periksalah bahwa gear pinion tidak tertarik kembali ke dalam pada saat kabel dari terminal C dilepaskan , plunger harus tetap pada posisinya karena kemagnetan masih tetap ada melalui kumparan penahan.

Jika pinion tertarik kembali kedalam pada saat pemeriksaan ini, periksa kerusakan kumparan penahan , hubungan masa yang kurang baik atau kerusakan lainnya.





Gambar cara pemeriksaan kumparan penahan



3. MEMERIKSA KEMBALINYA GEAR PINION

Jika pemeriksaan kumparan penahan telah selesai, lepaskan kabel dari bodi starter sperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini. Gear pinion harus dengan cepat tertarik kembali masuk kedalam, karena kumparan penahan tidak bekerja lagi, dengan bantuan pegas pengembali maka plunger akan kembali ke posisi semula. Jika gear pinion tidak kembali dengan segera, periksa kelelahan pegas pengembali, gesekan sliding plunger (gerakan plunger pada rumahnya ) yang kurang baik, atau penyebab lainnya.







Gambar cara pemeriksaan gigi pinion



4. PEMERIKSAAN TANPA BEBAN

a. Ikat/pasang dengan kokoh motor starter pada ragum atau pemegang yang kuat.
b. Hubungkan motor starter , dengan baterai dan ampere meter seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini . Gear pinion harus bergerak maju kedepan dan motor starter berputan dengan halus.







Gambar cara mengukur arus listrik pada motor starter


c. Catat dan baca arus yang mengalir melalui Ampere meter bila motor starter telah stabil. Nilai hasil pengukuran harus sesuai dengan range spesifikasi pada buku manual
d. Periksa kembalinya gear pinion , dan motor harus segera berhenti berputar ketika kabel dilepaskan dari terminal 50 (ini hanya perlu untuk motor starter tipe biasa/konvensional). Jika motor starter tidak dapat berhenti dengan segera,maka berarti rem ankerny rusak.

Penting
jumlah arus listrik yang mengalir melalui sirkuit dalam test tanpa beban bervariasi
Tergantung dari motor starter, kebanyakan arus mengali berkisar 200 sampai 300
Ampere untuk beberapa motor starter. Lihat data pada buku manual sebelum melakukan pemeriksaan ini. Pastikan bahwa ampere meter telah di seting dengan benar, baik hubungan kabel maupun batas ukur ampere meter. Hati-hati pada waktu mempergunakan kabel berpenampang besar


PEMECAHAN GANGGUAN SISTEM STARTER (TROUBLESHOOTING)

Gangguan starter dapat dikategori dalam 2 macam gangguan :

· Mesin dapat diengkol normal tetapi gagal untuk hidup
· Putaran engkol terlalu rendah untuk dapat dihidupkan

Penting :
Jika mesin diengkol normal tetapi tidak berhasil hidup, maka kemungkinan kesalahan/gangguan pada,system pengapian, system bahan bakar, atau kompresi yang terlalu rendah. Disisi lain jika putarn engkol terlalu rendah untuk menghidupkan mesin maka biasanya gangguan terletak pada system starter, namun kadang-kadang bias juga gangguan terletak pada mesin itu sendiri.. Pada temperature yang sangat rendah contohnya, diperlukan torsi yang lebih besar untuk mengengkol mesin/memutar mesin disebabkan karena kekentalan system pelumas yang sangat tinggi.

Didalam memecahkan gangguan perlu diamati secara saksama apa penyebab terjadinya suatu gangguan, karena dengan pengamatan yang baik dapat dilokalisasi dengan teliti penyebab gangguan tersebut.
GANGGUAN SISTEM STARTER

Ada kurang lebih enam gejala/tanda untuk mengetahui gangguan pada system starter yaitu :

1. Pada saat kunci kontak diputar ke posisi start (ST) motor starter tidak berfungsi sama sekali (Gear pinion tidak maju, dan motor starter tidak berputar)

2. Pada saat kunci kontak diputar ke posisi start (ST) ,Gear piniom maju kedepan (ada bunyi klik seperti biasanya) tetapi motor tetap sajab tidak aktif atau tidak berputar

3. Pada saat kunci kontak diputar ke posisi start (ST) gear pinion mulai maju dan berputar , namun kemudian berhenti lagi

4. Motor starter terus saja berputar walaupun kunci kontak sudah diputar kembali ke posisi ON dari posisi sebelumnya ST

5. Pada saat kunci kontak diputar ke posisi start (ST) gear pinion maju kedepan . Pinion berputar dan menimbulkan suara keras yang tidak biasa, tetapi mesin tidak berputar

6. Ketita kunci kontak diputar kembali ke posisi start (ST) segera setelah mesin gagal hidup, gigi pinion menimbulkan suara keras yang tidak biasanya .(hanya berlaku pada motor starter tipe konvensional)



KESIMPULAN:

1. Motor starter pada mesin berfungsi untuk merubah energy listrik menjadi energy mekanik yang berupa gerak putar. Untuk memutar poros engkol, sehingga mesin dapat hidup..

2. Dengan memperhatikan kerja masing – masing komponen pada motor akan mendukung kerja motor starter secara maksimum.

3.Bateri merupakan sebagai sumber energi untuk memulai kerja motor starter.



DAFTAR PUSTAKA.



1. VEDC, 1990, Servis Mobil, VEDC Malang Automotive Departement, Vocational Education Development Center Malang Indonesia

2. Toyota, 1980, Service Training Information, Toyota Motor Sales CO. LTD, Japan

3. Bosch Technische Unterrictung, Elektrotechnik, Robert Bosch,Stuttgart

4. Europa Lehrmitel 2012, Kraftfarhrzeugtechnik, VERLAG EUROPA LEHRMITEL Nourney, Vollmer GmbH & Co. KG

Konsep Dasar, Fungsi dan Cara Kerja Unit Kopling

Konsep dasar fungsi dan kerja unit kopling - Kopling dan komponen pengoperasiannya yang akan saya bahas adalah yang dipergunakan pada kendaraan bermotor khususnya untuk kendaraan ringan, yaitu sepeda motor dan mobil penumpang. Kopling dan komponen pengoperasiannya merupakan bagian dari sistem pemindah tenaga dari sebuah kendaraan, yaitu sistem yang berfungsi memindahkan tenaga dari sumber tenaga dari (mesin) ke roda kendaraan.


Pemindahan tenaga dari mesin ke-sistem penggerak pada kendaraan, tentunya diperlukan suatu proses yang halus tanpa adanya kejutan dan hentakan, yang menyebabkan ketidak nyamanan bagi pengendara dan penumpang. Di samping itu, kejutan juga dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada komponen komponen mesin. Sistem pemindah tenaga secara garis besar terdiri dari
  • Unit kopling
  • Transmisi
  • Propeller Shaft
  • Diferential
  • Poros dan roda kendaraan. 
Sementara Posisi unit kopling dan komponennya (Clutch Assembly), terletak pada ujung paling depan dari sistem pemindah tenaga pada suatu kendaraan. Sesuai dengan fungsinya, yaitu untuk memutus dan menghubungkan, unit kopling memutus dan menghubungkan aliran daya/gerak/momen dari mesin ke transmisi. Dengan adanya kopling, maka saat diperlukan tenaga gerak, maka tidak perlu harus mematikan sumber gerak (mesin). Posisi unit kopling pada kendaraan secara skema dapat dilihat pada gambar 1 berikut ini.
gambar letak kopling
Gambar 1 Letak Kopling
Rangkaian pemindahan tenaga berawal dari sumber tenaga (Engine) kesistem pemindah tenaga, yaitu masuk ke unit kopling (Clutch) diteruskan ketransmisi ke propeller shaft dan ke roda melalui differensial (Final Drive). Jenis kopling paling tidak dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok yaitu kopling dengan menggunakan gigi, menggunakan gesekan, dan menggunakan tekanan hidrolis.

Kopling gesek (Friction Clutch) adalah proses pemindahan tenaga melalui gesekan antara bagian penggerak (drive) dengan yang akan digerakan (driven). Konsep kopling ini banyak dipergunakan pada sistem pemindah tenaga kendaraan, khususnya pada kendaraan ringan, seperti sepeda motor, dan mobil mobil kecil serta mobil mobil penumpang.

Kopling hidrolis banyak dipergunakan pada kendaraan dengan transmisi otomatis. Proses kerjanya memanfaat-kan tekanan hidrolis, dan pemindahan dari satu kopling kekopling yang lainnya, dilakukan dengan mengatur aliran hidrolisnya.

Cara Kerja Unit Kopling Gesek
Berikut ini akan dibahas Konsep kerja kopling gesek yang banyak digunakan dapat dijelaskan melalui gambar 3 dan 4.
cara kerja kopling
Saat Piringan pemutar (Drive Disc) tidak berhubungan
dengan piringan yang diputar (Driven disk)
Berdasarkan skema rangkaian tersebut, kini terlihat fungsi utama kopling adalah memutus dan menghubungkan jalur tenaga dari mesin ke transmisi. Proses perpindahan tenaga, poros engkol (crank shaft) memutar drive disc dalam kopling. Selama piringan/disc yang lain (driven disc) tidak berhubungan dengan drive disc, maka tidak ada tenaga/torsi/gerak yang ditransfer dari mesin ke pemindah daya (lebih spesifiknya transmisi). Atau bisa juga disebut kopling dalam kondisi bebas.

Pada saat drive disc dan driven disc bersinggungan, maka drive disc akan memutar driven disc yang berhubungan dengan poros input transmisi. Sebagai hasilnya, torsi/gaya putar dari mesin ditransfer melalui kopling ke komponen pemindah daya yang lainnya hingga ke roda penggerak. Saat kedua disc bersinggungan, dan saling berputar bersama dapat diilustrasikan dalam gambar di bawah ini.
Cara Kerja Kopling Saat Berhubungan
Cara Kerja Kopling Saat Berhubungan

Jumat, 15 Agustus 2014

Piston

Piston
Fungsi piston adalah untuk menerima tekanan hasil pembakaran campuran gas dan meneruskan tekanan untuk memutar poros engkol (crank shaft) melalui batang piston (connecting rod).

1) Konstruksi
Piston bergerak naik turun terus menerus di dalam silinder untuk melakukan langkah hisap, kompresi, pembakaran dan pembuangan. Oleh sebab itu piston harus tahan terhadap tekanan tinggi, suhu tinggi, dan putaran yang tinggi. Piston dibuat dari bahan paduan aluminium, besi tuang, dan keramik.
Pada umumnya piston dari bahan aluminium paling banyak digunakan, selain lebih ringan, radiasi panasnya juga lebih efisien dibandingkan dengan material lainnya. Gambar berikut menunjukkan konstruksi piston dengan nama komponennya.
piston torak
Gambar 1 Kontruksi Piston
Bentuk kepala piston ada yang rata, cembung, dan ada juga yang cekung tergantung dari kebutuhannya. Tiap piston biasanya dilengkapi dengan alur-alur untuk penempatan ring piston atau pegas piston dan lubang untuk pemasangan pena piston.

Bagian atas piston akan menerima kalor yang lebih besar dari pada bagian bawahnya saat bekerja. Oleh sebab itu pemuaian pada bagian atas juga akan lebih besar dari pada bagian bawahnya, terutama untuk piston yang terbuat dari aluminium. Agar diameter piston sama besar antara bagian atas dengan bagian bawahnya pada saat bekerja, maka diameter atasnya dibuat lebih kecil dibanding dengan diameter bagian bawahnya, bila diukur pada saat piston dalam keadaan dingin.
torak torak
Gambar 2 Piston
2) Celah Piston
Celah piston (celah antara piston dengan dinding silinder) penting sekali untuk memperbaiki fungsi mesin dan mendapatkan kemampuan mesin yang lebih baik. Bila celah terlalu besar, tekanan kompresi dan tekanan gas pembakarannya menjadi rendah, dan akan menurunkan kemampuan mesin. Sebaliknya bila celah terlalu kecil, maka akibat pemuaian pada piston menyebabkan tidak akan ada celah antara piston dengan silinder ketika mesin panas. Hal ini menyebabkan piston akan menekan dinding silinder dan dapat
merusak mesin. Untuk mencegah hal ini pada mesin, maka harus ada celah yaitu jarak antara piston dengan dinding silinder yang disediakan untuk temperatur ruang lebih kurang 25oC. Celah piston bervariasi tergantung pada model mesinnya dan umumnya antara 0,02 mm─0,12 mm.
celah piston
Gambar 3 Ceah Piston

Kopling Gesek Plat Tunggal

saya akan membahas tentang salah satu jenis kopling gesek yakni kopling gesek jenis plat tunggal. Kita kenal terlebih dahulu tentang apa itu kopling gesek dan fungsinya berikut ini : 
Kopling gesek (Friction Clutch) adalah proses pemindahan tenaga melalui gesekan antara bagian penggerak (drive) dengan yang akan digerakan (driven). Konsep kopling ini banyak dipergunakan pada sistem pemindah tenaga kendaraan, khususnya pada kendaraan ringan, seperti sepeda motor, dan mobil mobil kecil serta mobil mobil penumpang. 
Fungsi utama kopling adalah memutus dan menghubungkan jalur tenaga dari mesin ke transmisi melalui kerja pedal selama perkaitan roda gigi.
  
Persyaratan Kopling
a. Harus dapat menghubungkan putaran mesin dengan transmisi dengan lembut
b. Pada saat menghubungkan ke transmisi harus dapat memindahkan tenaga tanpa terjadi slip.
c. Harus dapat membebaskan hubungan dari transmisi dengan sempurna dan cepat

Komponen komponen kopling gesek plat tunggal
Komponen-komponen kopling gesek pelat tunggal secara bersamaan membentuk rangkaian kopling/kopling set (clutch assembly). Seperti terlihat pada gambar 5 berikut ini. Komponen utama dari kopling gesek ini adalah sebagai berikut :
Komponen Utama Kopling Gesek Plat Tunggal
Komponen Utama Kopling Gesek Plat Tunggal
(1) Plat Kopling (juga dikenal sebagai piringan kopling, friction disc/piringan gesek, atau kanvas kopling). Plat kopling bagian tengahnya berhubungan slip dengan poros transmisi. Sementara ujung luarnya dilapisi kampas kopling yang dikunci dengan paku keling. Konstruksinya dapat dilihat pada gambar 6 berikut ini :
Gambar Plat Kopling dan bagiannya
Gambar Plat Kopling
Lapisan plat kopling disebut dengan kanvas kopling terbuat dari paduan bahan asbes dan logam. Paduan ini dibuat dengan tujuan agar plat kopling dapat memenuhi persyaratan, yaitu : 
(a). Tahan terhadap panas. 
Panas dalam hal ini terjadi karena terjadi gesekan yang memang direncanakan saat kopling akan dihubungkan. 
(b).Dapat menyerap panas dan membersihkan diri. 
Gesekan akan menyebabkan panas dan kotoran debu bahan yang aus. Kanvas kopling dilengkapi dengan alur yang berfungsi untuk ventilasi dan menampung dan membuang debu yang terjadi. 
(c). Tahan terhadap gesekan. 
Kanvas kopling direncanakan untuk bergesekan, maka perlu dibuat tahan terhadap keausan akibat gesekan. 
(d).Dapat mencengkeram dengan baik. 

Plat kopling terdiri atas tiga bagian yaitu :
  • Facing Facing dipasangkan pada cushion plate dengan cara dikeling sedangkan cushion plate tersebut bersatu dengan disc plate dengan cara dikeling juga, sehingga putaran facing akan diteruskan ke cushion plate lalu ke disc plate dan selanjutnya ke input shaft transmisi melalui clutch hub.
  • Cushion plate. Cushion plate dirancang dengan bentuk bergelombang, tujuannya adalah agar pada saat plat penekan menyentuh plat kopling, penekanan dapat dilakukan dengan perlahan-lahan.
  • Torsion Rubber (Torsion Dumper). Torsion rubber atau Torsion Dumper merupakan bagian yang berfungsi untuk meredam getaran pada plat kopling, dilihat dari bahannya, torsion rubber terdiri dari dua jenis, yaitu; berupa pegas koil dan karet.
(2). Tutup Kopling
Tutup kopling (clutch cover) terpasang pada roda penerus (flywheel) oleh beberapa baut dan berputar bersama dengan pelat kopling sesuai dengan kecepatan mesin. Tutup kopling dibagi menjadi dua tipe, yaitu tipe pegas koil dan tipe pegas membran (diaphragm spring).
1) Tutup Kopling dengan Pegas Koil (Coil Spring Type Clutch)
Cluth cover terdiri dari plat penekan yang dibuat dari baja tuang (cushion) yang diratakan dengan halus dan berfungsi untuk menekan plat kopling terhadap roda penerus dengan adanya tekanan pegas-pegas kopling. Kopling tipe ini dilengkapi dengan pegas koil/pegas spiral dan tiga buah pressure lever. Tipe pegas koil banyak digunakan pada kendaraan niaga berat.
Tutup Kopling Tipe Pegas Koil
Tutup Kopling Tipe Pegas Koil
2) Tutup Kopling dengan Pegas Membran (Diaphragm Spring Type Clutch) Pegas pada tutup kopling tipe ini adalah pegas membran (diaphragm spring) yang sekaligus berfungsi sebagai pressure lever. Bila pedal ditekan release bearing mendorong ujung-ujung sirip pegas membran, plat penekan akan tertarik sehingga kopling menjadi bebas. Saat ini tutup kopling tipe pegas membran (diaphragma spring) lebih banyak digunakan.
Tutup Kopling Tipe Pegas Diapragma
Tutup Kopling Tipe Pegas Diapragma
Dilihat dari karakteristik dan konstruksinya, tipe pegas diapragma mempunyai beberapa keuntungan diantaranya :
  •  Untuk membebaskan kopling tidak diperlukan tenaga penekanan yang berlebihan (kopling ringan).
  • Meskipun terjadi keausan pada plat kopling, tekanan pada plat penekan tidak berubah, sehingga kemungkinan slip sangat kecil.
  • Tekanan pada plat penekan lebih merata. 
  • Mempunyai jumlah bagian-bagian yang lebih sedikit.
  • Pada kecepatan tinggi, tegangan pada tipe pegas koil akan menurun, dengan adanya efek gaya sentrifugal, sedangkan pada tipe pegas membran tidak.

Senin, 11 Agustus 2014

Prosedur Pembongkaran dan Pemasangan Ban



Salah satu kegiatan praktek dalam kompetensi keahlian ini adalah melepas dan memasang ban. Dan kali ini saya akan sedikit menjelaskan cara melepas dan memasang ban menggunakan Tyre Changer yang saya praktekkan sendiri di sekolah.


Prosedur Melepas Ban

1. Pasang ban yang telah kempes pada sisi samping mesin.
2. Posisikan Bilah penekan dengan menggeser dengan menggeser handle pada sisi samping ban.
3. Saat proses pengepresan, jangan letakkan tangan pada samping ban karena berbahaya.
4. Tekan pedal penekan, maka bilah penekan akan menekan sidewall dengan tekanan yang kuat sampai kedua bead lepas dari rim.
5. Tempatkan roda diatas mesin, tekan pedal sampai posisi pelek terjepit dengan kuat.
6. Posisikan pengait pelepas ban diatas rim
7. Gunakan sendok ban untuk mencongkel sisi samping ban dan menepatkan dengan pengait sampai pengait masuk ke dalam bead.
8. Tekan pedal pemutar, maka mesin akan memutarkan ban dan bead akan terlepas dari rim.
9. Unruk melepas bead sisi bawah, tempatkan pengait pada rim sisi bawah.
10. Tekan pedal pemutar, maka mesin akan memutarkan ban dan ban akan terlepas dari peleknya.




Posedur Memasang Ban

1. Tempatkan pelek diatas mesin.
2. Tempatkan ban diats pelek, masukkan bead ke salah satu sisi samping pelek.
3. Tempatkan tuas pemasang pada bead sisi bawah dan teka pedal pemutar, maka mesin akan memutarkan
4. ban dan bead bawah akan tepasang pada pelek.
5. Pasang tuas pengait pemasang pada bead atas tepat diatas rim.
6. Tekan pedal pemutar, maka mesian akan memutarkan ban dan secara perlahan ban akan terpasang pada pelek.
7. Posisikan ban terhadap pelek dengan cara menekan sisi bead, maka ban akan tertata rapi pada peleknya.
8. Pompa ban dengan kompresor dengan tekanan yang sesuai untuk spesifikasi ban tersebut.

Sabtu, 09 Agustus 2014

Mekanisme Penggerak Kopling

1) kopling mekanis
Kopling mekanis (mechanical clutch) terdiri dari bagian-bagian seperti gambar di bawah ini. Pada tipe ini tenaga penginjakan pada pedal untuk membebaskan kopling diteruskan ke release fork melalui kabel pembebas (release cable). Kelebihan dari mekanisme penggerak kopling jenis mekanis adalah murah, mudah perawatannya, kontruksinya sederhana dan lain sebagainya. Sementara itu kekurangannya, kehilangan akibat gesekan relatif lebih besar dibandingkan dengan yang hidraulis, apabila jarang digunakan dan sudah berumur lama sering macet dan juga seret.

Mekanisme penggerak kopling tipe makanis
Mekanisme penggerak tipe mekanis

2) Tipe kopling hidrolis
Pada kopling tipe ini, pergerakan pedal kopling diubah oleh master silinder menjadi tekanan hidraulis kemudian diteruskan ke garpu pembebas kopling (clutch release fork) melalui silinder pembebas (release cylinder). Pada kopling tipe ini diperlukan komponen-komponen yang lebih banyak bila dibandingkan dengan sistem mekanis, tetapi mampu memindahkan tenaga yang lebih besar, sehingga cocok untuk kendaraan-kendaraan besar. Biasanya sebuah rancangan akan mempunyai kelebihan dan kekurangan, demikian juga dengan sistem kopling hidraulis ini, untuk itu dapat dijelaskan tentang kelebihan dan kekurangan sistem kopling hidraulis yaitu :
mekanisme penggerak kopling tipe hidraulik
Mekanisme penggerak Tipe Hidraulis
Kelebihannya :
  • Kehilangan tenaga akibat gesekan lebih kecil, sehingga penekanan pedal kopling lebih ringan.
  • Pemindahan tenaga pedal kopling lebih cepat sehingga kerja kopling lebih baik
  • Penempatan pedal kopling dan master silinder mudah ditempatkan sesuai dengan keadaan.
Kekurangannya :
  • Konstruksinya lebih rumit
  • Kerja kopling akan terganggu atau tidak akan baik apabila terjadi kebocoran atau terdapat udara pada sistem kopling.
Read : Kopling Gesek Plat Tunggal

a) Master silinder kopling
Master silinder kopling atau clutch master cylinder terdiri dari reservoir, piston cylinder cup, katup dan lain-lain, tekanan hidraulis dihasilkan oleh gerakan piston. Batang penekan kopling (cluth pushrod) tertarik kearah pegas pembalik pedal (pedal return spring). Pada beberapa kendaraan niaga menggunakan master silinder dengan tambahan booster.

master silinder kopling
Master Silinder Kopling
Master silinder berfungsi untuk mengubah energi mekanik menjadi energi hidrolik, menekan pedal kopling menyebabkan push rod bergerak terhadap piston untuk menutup return port, minyak terhisap dari reservoir. Saat pedal dilepaskan menyebabkan pegas balik mendorong piston kembali ke posisi semula, return port terbuka dan minyak kembali lagi ke reservoir.

b) Silinder pembebas kopling
Silinder pembebas kopling (release cylinder) dibagi atas dua tipe; tipe yang bisa disetel (adjustable type) dan tipe menyetel sendiri (self-adjusting type). 
Tipe yang bisa disetel (adjustable type) Minyak hidraulis dari master silinder menyebabkan piston pada release cylinder mendorong pushrod dan mendorong garpu pembebas (clutch release fork).  Silinder pembebas mempunyai saluran pembuang udara (bleeder plug) untuk mengeluarkan udara dari saluran hidraulis, dan pegas pembalik menjaga agar garpu pembebas kopling dan batang penekan tetap bersentuhan satu sama lainnya. Konstruksi silinder pembebas (release cylinder.)
Tipe menyetel sendiri (self-adjusting type).
Penyetelan kebebasan garpu pembebas kopling dilakukan dengan cara merubah panjang batang penekan. Pada kendaraan Modern, untuk menghilangkan penyetelan gerak bebas maka digunakan silinder pembebas tipe menyetel sendiri. Pada silinder pembebas tipe menyetel sendiri tidak menggunakan pegas pembalik garpu pembebas, sebagai gantinya maka pada silinder pembebas dipasang pegas (conical spring) untuk menjaga agar garpu pembebas (release fork) selalu bersentuhan dengan batang penekan
.